Minggu, 14 September 2008

dia

Dia menatapku dan berkata,

“ Aku membencimu,

Membenci semua yang ada padamu

Kamu contoh sempurna ketidaksempurnaan

Imajinasi terendah dari keindahan manusia

Kegagalan terbesar yang pernah tercipta

Penjelmaan dari arti kebodohan

Kenyataan yang begitu nyata menyakitkan

Bantulah dunia dan enyahlah

Menghilang dari pandanganku

Keberadaanmu menyesakkan

Denganmu,

Keramaian terasa memekakkan

Kesunyian terasa membunuh

Sungguh,

Kamu adalah sesuatu yang salah”

Dia tersenyum sinis dan terus menatapku

Terus

Menatapku

Bayangan

Di

Cermin

Itu.

Tidak ada komentar: