Jumat, 10 Oktober 2008

Betapa mustahilnya

Betapa mustahilnya

Ya, betapa mustahilnya, Rabb

Melukiskan ujud-Mu,

Kekuasaan dan kehendak-Mu

Betapa sulitnya,

Ya, betapa sulitnya!

Melukiskan ujud,

Kekuasaan dan kehendak manusia

Apakah perbuatan baik,

Apa pula perbuatan jahat,

Apakah agama dan filsafat

Apa pula kebenaran dan kasih sayang

Dunia selalu meributkannya

Persoalan-persoalannya sendiri

Nilai dan ukuran-ukuran baru,

Sementara itu,

Persoalan-persoalan pun tak kunjung berlalu

Bila rizki telah cukup

Adakah semuanya telah tercakup

Namun bila sebuah keyakinan berdasar kuat-kuat

Ia tak

kan

luruh karena ruang, waktu dan materi

Dan semuanya tetaplah teka-teki

Selamanya tak

kan

terselesaikan

Persoalan-persoalan yang memburu dalam-dalam

Aku menatap-Mu, bertanya pada-Mu

Aku menatap-Mu, Rabb

Dengan gelengan kepala dan mulut bisu

Rabb,

Aku tetap bertanya pada-Mu

Dan bila ku tatap langit-Mu

Bukan itu pula sikap dungu

Mengharapkan sebuah wahyu

→ 1 Comment
Cinta itu benih

Tidak ada komentar: