Betapa mustahilnya
Ya, betapa mustahilnya, Rabb
Melukiskan ujud-Mu,
Kekuasaan dan kehendak-Mu
Betapa sulitnya,
Ya, betapa sulitnya!
Melukiskan ujud,
Kekuasaan dan kehendak manusia
Apakah perbuatan baik,
Apa pula perbuatan jahat,
Apakah agama dan filsafat
Apa pula kebenaran dan kasih sayang
Dunia selalu meributkannya
Persoalan-persoalannya sendiri
Nilai dan ukuran-ukuran baru,
Sementara itu,
Persoalan-persoalan pun tak kunjung berlalu
Bila rizki telah cukup
Adakah semuanya telah tercakup
Namun bila sebuah keyakinan berdasar kuat-kuat
Ia tak
kan
luruh karena ruang, waktu dan materi
Dan semuanya tetaplah teka-teki
Selamanya tak
kan
terselesaikan
Persoalan-persoalan yang memburu dalam-dalam
Aku menatap-Mu, bertanya pada-Mu
Aku menatap-Mu, Rabb
Dengan gelengan kepala dan mulut bisu
Rabb,
Aku tetap bertanya pada-Mu
Dan bila ku tatap langit-Mu
Bukan itu pula sikap dungu
Mengharapkan sebuah wahyu
→ 1 Comment
Cinta itu benih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar