Sabtu, 27 Juli 2013

lailatul qadar

SESUNGGUHNYA kami telah menurunkan Al Qur'an pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS: Al Qadr, ayat 1-5) Salah satu keistimewaan bulan suci Ramadhan selain datangnya atau turunnya kitab suci Al Qur'an di bulan Ramadhan. Di bulan tersebut juga terdapat satu malam yang tidak bisa disamakan dengan malam-malam lainya. Bahkan dalam Al Qur'an surah ke 97 dijelaskan bahwa: dalam satu malam ini jika seseorang benar-benar khusyuk beribadah maka pahalanya akan sama dengan beribadah di 1000 bulan. Malam tersebut dikenal dnegan malam Lailatul Qadar. Deskripsi dan keindahan malam tersebut membuat umat Muslim seakan berlomba-lomba untuk beribadah. Mencari hikmah dan barokah dari malam tersebut. Al Quran menyebut malam Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Itulah malam yang sangat sakral. Di mana kitab suci Al Qur'an diturunkan sebagi pedoman hidup umat manusia. "Lailatul Qadar itu punya kandungan metafisis yang menghubungkan seorang hamba dengan Allah," kata Cendekiawan Muslim Komarudin Hidayat. Rasulullah SAW meriwayatkan malam lailatur Qadar terjadi pada malam antara tanggal 21, 23, 25. 27, 29, dan akhir bulan Ramadhan. Lalu, apa tanda-tanda Lailatul Qadar? Bagaimana seseorang bisa dikatakan mendapat hikmat dan berkah dari Lailatul Qadar? Rasulullah SAW pernah menggambarkan tanda-tanda datangnya malam mulia tersebut. 1.Udara dan suasana pagi yang tenang. Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan tentram, tidak terlalu panas, tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah. 2. Esok harinya cahaya matahari agak meredup, bersinar cerah tapi tidak kuat. 3. Bulan nampak separuh bulatan. 4. Sewaktu malam tampak terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan, tidak panas, tidak ada angin kencang, dan bahkan lebih luas lagi tidak ada aktivitas meteor yang jatuh di galaksi. 5. Terbawa ke dalam mimpi. Orang yang beribadah pada malam tersbeut meraskaan nikmatnya beribadah, ketenangan hati, dan kenikmatan bermunajat kepada Allah. Cerbeda seperti malam-malam lainnya. Karena mulianya malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menganjurkan supaya umatnya bersedia menyambut dan menghayati malam yang berkat tersebut dengan berbagai jenis amalan dan ibadah.

Tidak ada komentar: